PENGARUH PAKAN BERBEDA TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP PADA PENDEDERAN CLOWNFISH (Amphipirion percula) DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA LAUT AMBON
DOI:
https://doi.org/10.62176/.v11i01.485Keywords:
Larva ikan nemo, pakan, pertumbuhan, kelangsungan hidupAbstract
Clownfih (Amphiprion percula) atau biasa disebut ikan nemo merupakan salah satu komoditas unggulan ikan hias air laut yang hidup di perairan terumbu karang yang bersimbiosis dengan anemon dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi baik dipasar lokal maupun luar negeri. Dalam pengembangan budidaya benih clownfish sendiri masih terdapat beberapa kendala. Salah satu kendalanya yaitu kurangnya pemahaman terkait pemberian nutrien yang baik kepada benih clownfish untuk menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan berbeda terhadap laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup clownfish (A.percula). Pada penelitian ini dilakukan 4 perlakuan dengan masing-masing 3 kali pengulangan. Perlakuan A (Pellet), perlakuan B (Copepoda sp.), perlakuan C (Artemia sp.), dan perlakuan D (Copepoda sp. + Artemia sp.). Pemberian pakan dilakukan sebanyak 5 kali sehari. Pengukuran panjang tubuh benih ikan dilakukan seminggu sekali selama penelitian. Dari hasil penelitian ini diperoleh laju pertumbuhan mutlak benih clownfish pada perlakuan A 1,32 cm, perlakuan B 1,10 cm, perlakuan C 1,08 cm, dan perlakuan D 1,16 cm. Sedangkan nilai rata-rata kelangsungan hidup benih clownfish diperoleh perlakuan A 98,75%, perlakuan B 98,33%, perlakuan C 98,96%, dan perlakuan D 97,08%. Pemberian jenis pakan berbeda berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan mutlak benih clownfish. Akan tetapi pemberian jenis pakan berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup benih clownfish.
References
DAFTAR PUSTAKA
Anggraeni, N.M., dan Abdulgani, N. 2013. Pengaruh Pemberian Pakan Alami dan Pakan Buatan terhadap Pertumbuhan Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata) pada Skala Laboratorium. Jurnal Sains dan Seni Pomits. 2(1): 197-201.
BPBL Lombok. Balai Pengembangan Budidaya Laut. 2015. Petunjuk Teknis Budidaya Ikan Nemo (Amphiprion sp.).
Djarijah, A. S. 1996. Pakan Ikan Alami. Kanisius: Yogyakarta.
Effendie, M. I., 1997. Metode Biologi Perikanan. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Effendie, M.I. 200.2. Biologi Perikanan. Ed.2, Yayasan Pustaka Nusantara: Yogyakarta, 160 hlm.
Keputusan Mentri Negara Lingkungan Hidup Nomor 51 Taun 2004 Tentang Baku Mutu Air Laut
Lavens and Sorgeloos. 1996. Manual on the production and use of live food for aquaculture. Food and Agriculture Organization of the United Nations. Artemia Reference Center. Belgium. 104-110.
Oie, G and Olsen, Y. 1997. Protein and lipid content of the rotifer Brachionus plicatilis during variable growth and feeding condition. Hidrobiol. 358: 251-258.
Olivotto, I., Capriotti, F., Buttino, I., Avella A.M., Vitiello, V., Maradonna, F., Carnevali, O. 2008. The use of harpacticoid copepods as live prey for Amphiprion clarkia larviculture: effects on larval survival and growth. Aquaculture. 274: 347-352.
Rainuzzo, J.R., Reitan, K.I., Olsen, Y. 1997. The significance of lipids at early stages of marine fish: a review. Aquaculture. 155: 103-115.
Sargent, J.R., McEvoy, L.A., Bell, J.G. 1997. Requirements, presentation and sources of polyunsaturated fatty acids in marine fish larval feeds. Aquaculture. 155: 85-101.
Sulasi., Hastuti, S., Subandiyono. 2017. Pengaruh enzim papain dan probiotik pada pakan buatan terhadap pemanfaatan protein pakan dan pertumbuhan ikan mas (Cyprinus carpio). Jurnal Sains Akuakultur Tropis: 2(1): 1-10.
Additional Files
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 LPPM Universitas Banda Naira

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

