REFLEKSI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH: ANTARA TEORI DAN PRAKTIK

Authors

  • KASMAWATI STKIP HATTA SJAHRIR

DOI:

https://doi.org/10.62176/paradigma.v6i1.123

Keywords:

Refleksi, Pembelajaran Bahasa Indonesia

Abstract

Pembelajaran bahasa Indonesia dengan penggunaan media pembelajaran bahasa, yaitu media audial (alat perekam dan laboratorium bahasa). Kemampuan operasional suatu laboratorium bahasa yang hanya terdiri atas sebuah perekam utama, kotak penghubung yang menghubungkan beberapa buah headset tanpa dilengkapi mikrophon. Dalam laboratorium tersebut pembelajaran berlangsung serentak untuk semua siswa yang ada dengan cara mendengarkan materi dari sumber yang sama. Tingkatan AP terdapat laboratorium bahasa dengan tipe AA

„audio „active‟ Perbedaan dengan tipe AP adalah adanya mikrophon sebagai pelengkap tambahan bagi laboratorium ini. Proses pembelajaran dengan menggunakan laboratorium bahasa ini lebih lentur dan bervariasi sebab dengan adanya mikrophon, siswa dapat mengulang materi yang sudah didengarnya dari perekam utama. Sedangkan laboratorium bahasa tipe AAC, yang merupakan tipe paling lengkap sehingga variasi belajar yang dijalani siswa lebih banyak. Tape recorder yang digunakan secara klasikal, maka ratio penggunaannya adalah 27. Intensitas penggunaan media-media pembelajaran Bahasa Indonesia. Keberadaan laboratorium yang sedikit jumlahnya ternyata juga jarang digunakan. Dari 33 responden guru yang ditanya tentang pengunaan laboratorium bahasa, sebagian besar (76 persen) menyatakan tidak pernah menggunakan sementara hanya 24 % dari mereka yang pernah.

Additional Files

Published

2022-03-08

Most read articles by the same author(s)