SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE PADA SASTRA LISAN KABATA KORA-KORA DESA SELAMON KECAMATAN BANDA

Authors

  • ROMI LAMUSA Universitas Banda Naira
  • ECA WONGSOPATTY Universitas Banda Naira
  • KASMAWATI Universitas Banda Naira

DOI:

https://doi.org/10.62176/paradigma.v9i2.495

Keywords:

Semiotika, Sastra Lisan, Kabata Kora-Kora

Abstract

Sastra lisan adalah karya sastra yang diwariskan secara turun temurun melalui mulut ke mulut. Saat ini sastra lisan sudah mulai hilang karena ketidaksadaran masyarakat  tentang  pentingnya  nilai-nilai  luhur.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahui Semiotik a Ferdinand De Saussure pada Sastra Lisan Kabata Kora-Kora Desa Selamon Kecamatan Banda. Jenis penelitian ini berupa jenis penelitian kualitatif dan lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Selamon dari bulan Maret sampai April. Subjek penelitian ini terdiri dari 3 narasumber yaitu tetua adat yang ada di Desa Selamon. Sumber data dalam penelitian ini adalah teks Kabata Kora –Kora Desa  Selamon  Kecamatan  Banda.  Data  penelitian  ini  berupa  kata  dan kalimat yang mengandung semiotika Ferdinand De Saussure dalam Kab ata Kora-Kora Desa  Selamon  Kecamatan  Banda.  Teknik  pengumpulan  data  adalah menentukan narasumber,  menyiapkan  pertanyaan,  melakukan  wawancara, memeriksa  dan  membaca  kembali  hasil  wawancara, mengidentifikasi  atau menetapkan data sesuai dengan teori penelitia n dan di analisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dalam semiotika Ferdinand De Saussure pada sastra lisan Kabata Kora-Kora Desa Selamon Kecamatan Banda terdiri dari 5 penanda dan  5  petanda,  yakni  2  penanda  dan  petanda  berasal  dari  aspek  material  dari bahasa yaitu apa yang dilihat dan didengar, 2 penanda dan petanda yang alamiah yaitu tampak hewan, dan 1 penanda dan petanda yang berasal dari hasil produksi manusia. Secara keseluruhan makna dari Kabata Kora-Kora Desa Selamon yaitu memberi petunjuk yang dihasilkan dari penanda dan petanda tersebut.

Downloads

Published

2023-12-13