PEMEROLEHAN TINDAK TUTUR DIREKTIF ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK PAUD NAMASAWAR DESA NUSANTARA KECAMATAN BANDA

Authors

  • NABILA SALSABILA Universitas Banda Naira
  • MUJIATI LA SAADI Universitas Banda Naira
  • MUHAMMAD MIFTAH SABBAN Universitas Banda Naira
  • DEWI TRIANI PARWAK Universitas Banda Naira

Keywords:

Pemerolehan Bahasa, Tindak Tutur Direktif, Anak Usia 4-5 Tahun

Abstract

Pemerolehan bahasa diperoleh seorang anak dari hasil kontak verbal di lingkungan sosial tempat
ia berada, yang terjadi dengan sendirinya dan sifatnya alamiah tanpa disadari dan direncanakan
oleh anak tersebut. Pemerolehan bahasa anak di mulai dari beberapa tahap, mulai dari tahap
ekspresikan emosi, mengeluarkan ujaran tanpa makna, menyebutkan satu, dua kata atau lebih,
mengembangkan bahasa, hingga sampai pada struktur-struktur bahasa yang lebih kompleks dan
rumit. Anak usia 4-5 tahun ini tidak hanya mengalami proses melibatkan gabungan kata-kata
sederhana, melainkan juga sudah melibatkan kompetensi pragmatik dalam tuturan mereka.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur direktif anak usia 4-5 tahun pada
PAUD Namasawar Desa Nusantara Kecamatan Banda. Penelitian ini tergolong penelitian
lapangan dengan desain deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan kurang lebih selama 2
bulan dengan subjek penelitian ini yaitu dua anak: subjek 1 (AA) dan subjek 2 (FR). Data
penelitian ini adalah data lisan pemerolehan bahasa anak pada tindak tutur direktif. Sumber data
penelitian ini adalah tuturan lisan subjek penelitian pada saat kegiatan belajar mengajar di PAUD
Namasawar Tahun Akademik 2024/2025. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah
observasi dengan teknik Simak libat cakap, rekam, dan catat. Teknik analisis data yang
digunakan dalam penelitian ini dikemukakan oleh Miles dan Huberman, yaitu analisis alir yang
terdiri dari tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi dan penarikan
kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kedua subjek telah mempersepsi dan
memproduksi tindak tutur direktif dengan baik. Bentuk-bentuk tindak tutur direktif yang
produksikan atau dituturkan subjek penelitian, yaitu permintaan, pertanyaan, perintah, larangan,
memberi izin, dan nasihat. Tindak tutur yang paling dominan digunakan oleh subjek 1 (AA) dan
subjek 2 (FR) adalah tindak tutur direktif permintaan. Ditinjau dari bentuk penyampaian maksud,
anak dapat menyampaikan tindak tutur direktif, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Bentuk tindak tutur direktif langsung adalah bentuk tindak tutur yang paling sering digunakan
anak ketika bertindak tutur dengan lawan tuturnya. Pada tindak tutur direktif permintaan,
pertanyaan, perintah, larangan, memberi izin, dan nasihat, baik subjek 1 (AA) maupun subjek 2
(FR) digunakan secara langsung.

Additional Files

Published

2025-10-13