EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA PERMAINAN TRADISIONAL MASYARAKAT DESA SELAMON, KECAMATAN KEPULAUAN BANDA
DOI:
https://doi.org/10.62176/paradigma.v10i2.434Keywords:
Etnomatika, Permainan, Tradisional, Bekel, KelerengAbstract
Matematika dan budaya merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam
kehidupan sehari-hari. Etnomatematika hadir sebagai jembatan antara matematika dan
budaya, khususnya dalam pembelajaran matematika. Salah satu budaya yang dapat
digunakan sebagai objek pembelajaran etnomatematika adalah permainan tradisional.
Permainan tradisional tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan edukasi
dalam melatih kecakapan berpikir dan berhitung. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi dan mendeskripsikan konsep-konsep matematika yang terkandung
dalam permainan tradisional bekel dan kelereng pada masyarakat Maluku Tengah,
khususnya di Desa Selamon. Penelitian ini menggunakan desain penelitian etnografi
dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan
tradisional bekel dan kelereng mengandung unsur matematika pada komponen
permainan, aturan permainan,dan bentuk permainan. Permainan tradisional bekel dan
kelereng dapat menjadi sumber pembelajaran matematika yang bermakna dan dapat
digunakan sebagai perantara dalam mengubah gaya berpikir realistis menjadi konsep
yang abstrak. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi upaya dalam melestarikan
budaya, khususnya permainan tradisional, agar tidak hilang akibat kemajuan teknologi
dan pengaruh global.

