MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir https://josths.id/ojs3/index.php/munggai <p>MUNGGAI: Jurnal Ilmu Perikanan &amp; Masyarakat Pesisir adalah wadah intelektual yang mengkhususkan kajian pada ilmu-ilmu perikanan, kelautan dan masyarakat pesisir. Jurnal Munggai ini dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNIVERSITAS BANDA NAIRA.</p> <p>Alamat Editor dan Tata Usaha: LPPM Universitas Banda Naira, Jl. Said Tjong Baadilla, No.1, Banda Naira, Maluku Tengah. Telp/Fax 0910-21026. </p> en-US Ruliaty92yusuf@gmail.com (Ruliati Yusuf, S.Pd., M.Pd) kahar1453@gmail.com (Mizwar Kahar, S.Kom) Wed, 30 Sep 2026 03:05:27 +0000 OJS 3.2.1.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 EVALUASI KINERJA PENGELOLAAN KOLAM BUDIDAYA IKAN LAUT DAN AIR PAYAU BERKELANJUTAN https://josths.id/ojs3/index.php/munggai/article/view/699 <p>Manajemen produksi dan evaluasi lingkungan dalam akuakultur merupakan aspek krusial untuk menjamin efisiensi, produktivitas, serta kelestarian ekosistem perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi parameter kualitas air, manajemen pakan, serta kesehatan ikan dan wadah budidaya pada kolam air laut dan Keramba Jaring Apung (KJA) di perairan pesisir Pantai Hila, Kabupaten Maluku Tengah. Metode yang meliputi pengukuran parameter fisik-kimia air secara <em>in situ</em>&nbsp;(suhu, salinitas, pH, dan Oksigen Terlarut (DO), pengamatan visual substrat dan biofouling, serta analisis estimasi pakan selama siklus pemeliharaan. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa nilai suhu (28,8–29,7 °C), pH (8,5–9,0), salinitas (24–32 ppt), dan DO (5,6–15,7 mg/L) secara umum masih berada dalam kisaran yang layak dan mendukung kelangsungan hidup ikan budidaya, seperti kerapu, kakap putih, dan bubara. Kendati demikian, ditemukan tantangan berupa pertumbuhan lumut/biofouling yang lebat pada KJA kolam akibat sirkulasi air yang kurang optimal serta akumulasi bahan organik. Manajemen pakan dengan sistem <em>ad satiation</em>&nbsp;memerlukan kontrol rasio konversi pakan (FCR) agar tidak memicu penurunan kualitas lingkungan. Oleh karena itu, sinergi antara pemantauan kualitas air berkala, efisiensi pakan, dan manajemen biosekuriti sangat diperlukan guna mewujudkan sistem akuakultur yang berkelanjutan.</p> Jenny Abidin, Betsy Pattiasina, Maureen P. Pattinasarani, Jolen Matakupan Copyright (c) 2026 LPPM UBN https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://josths.id/ojs3/index.php/munggai/article/view/699 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0000 TINGKAT EKSPOLITASI SUMBER DAYA IKAN KEMBUNG LELAKI (Rastrelliger kanagurta), IKAN LAYANG ANGGUR (Decapterus kurroides), IKAN KAWALINYA (Selar crumenophthalmus) DITINJAU DARI HUBUNGAN PANJANG BERAT https://josths.id/ojs3/index.php/munggai/article/view/700 <p>Laju eksploitasi ikan pelagis kecil dilakukan penangkapan setiap musim oleh beberapa armada seperti pukat cincin dengan ukuran mata jaring setiap musim sama, mengakibatkan penurunan populasi ukuran ikan. Pengukuran panjang berat ini menjelaskan ikan yang belum layak atau sudah layak tangkap. Metode penelitian merujuk pada pola hubungan panjang berat dengan uji lanjut pakai uji t student tes. Hasil penelitian adalah uji t-student test memperlihatkan hubungan panjang-bobot yaitu pada bulan November untuk ikan kembung lelaki memiliki nilai b yang tidak berbeda nyata dari 3 (b=3) (t<sub>hitung </sub>=0.036348 &lt; t<sub>tabel</sub>&nbsp;= 1.73). Untuk ikan layang ekor merah memiliki nilai b yang tidak berbeda nyata dari 3 (b=3) (t<sub>hitung </sub>=0.07501 &lt; t<sub>tabel</sub>&nbsp;= 1.74), dan ikan kawalinya memiliki nilai b yang tidak berbeda nyata dari 3 (b=3) (t<sub>hitung </sub>=0.097 &lt; t<sub>tabel</sub>&nbsp;= 1.69) semuanya memperoleh hasil isometric. Rekomendasi diharapkan operasi penangkapan dilakukan secara benar pada musim ikan melepas telur agar stok ikan besar tidak terancam punah.</p> Imanuel V.T. Soukotta, Natalivia Christa Silvana Tomasila, D.L. Moniharapon, Jean Hetharia, Valentine Saleky Copyright (c) 2026 LPPM UBN https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://josths.id/ojs3/index.php/munggai/article/view/700 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0000 MENDORONG POLICY LEARNING PADA KEBIJAKAN KAWASAN STRATEGIS PARIWISATA NASIONAL (KSPN) DI BANDA NEIRA https://josths.id/ojs3/index.php/munggai/article/view/730 <p><em>Selama ini praktik lazim penilaian atas implementasi kebijakan publik lebih banyak menitikberatkan pada proses evaluasi formal –kesesuaian antara input dan ouput- daripada mempraktikkan policy learning. Oleh karena itu, dengan mengkaji upaya untuk mendorong policy learning pada kebijakan KSPN di Banda Neira, Maluku, yang difasilitasi oleh KKN Tematik-Kolaboratif UGM, tulisan ini bertujuan untuk merefleksikan praktik policy learning yang berlangsung. Policy learning dalam siklus kebijakan publik dipahami sebagai proses saling belajar yang tidak hanya ditujukan kepada masyarakat sebagai beneficiaries, tetapi juga untuk menguji government learning capacity. Policy learning berfungsi sebagai kacamata untuk melihat siklus kebijakan publik secara komprehensif supaya sebuah kebijakan tidak hanya dievaluasi berdasarkan output dan outcome saja. Dengan menggunakan metode studi kasus, data riset dikumpulkan melalui wawancara, Focus Group Discussion, observasi, dan studi pustaka. Temuan riset mengkonfirmasi bahwa kecenderungan penilaian implementasi kebijakan KSPN lebih berfokus pada keselarasan input dan output serta tertib administratif. Kendati demikian, upaya untuk mendorong policy learning telah membuka pandangan baru menuju reformulasi kebijakan yang lebih tanggap masalah. Akan tetapi, inisiasi policy learning tersebut harus berhadapan dengan limitasi</em><em>, seperti jangka waktu yang terlalu pendek untuk mendorong munculnya critical juncture. </em><em>Singkat kata, upaya untuk mendorong policy learning &nbsp;pada kebijakan KSPN di Banda Neira yang berorientasi pada masalah (problem-oriented) dan tindakan (action-oriented) membuka peluang baru bagi reformulasi kebijakan meskipun membutuhkan usaha yang lebih berkesinambungan.</em></p> Daffa Naufal Nurrahmad Copyright (c) 2026 LPPM UBN https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://josths.id/ojs3/index.php/munggai/article/view/730 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0000 BIOEKOLOGI SUMBERDAYA MANGROVE DI PANTAI MARINE FIELD STATION DESA HILA, KECAMATAN LEIHITU, MALUKU TENGAH https://josths.id/ojs3/index.php/munggai/article/view/731 <p>Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir tropis yang memiliki fungsi ekologis dan ekonomis penting, antara lain sebagai habitat biota, pelindung pantai, penyedia sumberdaya perikanan, serta penyimpan karbon. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi bioekologi sumberdaya mangrove dan sumberdaya perikanan yang berasosiasi dengan ekosistem mangrove di Pantai Marine Field Station, Desa Hila, Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah. Pengamatan dilakukan pada 14 Juni 2025 melalui observasi lapangan, identifikasi sumberdaya, pengukuran parameter lingkungan, dokumentasi, dan wawancara. Parameter lingkungan yang diamati meliputi suhu, pH, salinitas, kondisi substrat, serta karakteristik habitat. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa vegetasi mangrove yang teridentifikasi terdiri atas <em>Sonneratia alba</em>&nbsp;dan <em>Bruguiera gymnorrhiza</em>. Selain vegetasi mangrove, ditemukan pula sumberdaya asosiasi berupa alga coklat dari kelompok <em>Padina</em>, gastropoda, dan bivalvia. Kondisi perairan pada saat pengamatan menunjukkan suhu sekitar 28°C, pH 9,18, dan salinitas 37 ppt, sedangkan substrat pantai didominasi oleh pasir dan batuan. Keberadaan dua jenis mangrove menunjukkan adanya kemampuan vegetasi mangrove beradaptasi terhadap kondisi intertidal dengan karakteristik substrat dan salinitas tertentu. Namun, rendahnya jumlah jenis yang ditemukan dalam pengamatan menunjukkan perlunya inventarisasi lebih lanjut menggunakan metode kuantitatif untuk memperoleh gambaran struktur komunitas secara lebih komprehensif. Hasil penelitian dapat menjadi informasi awal dalam pengelolaan, perlindungan, dan pemantauan ekosistem mangrove di wilayah pesisir Hila.</p> Munira, Loana J. Totoda, Janer Sangaji, B.G. Hutubessy Copyright (c) 2026 LPPM UBN https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://josths.id/ojs3/index.php/munggai/article/view/731 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0000 POLA ARUS DI PERAIRAN KEPULAUAN BANDA NEIRA TAHUN 2025 https://josths.id/ojs3/index.php/munggai/article/view/732 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola arah dan kecepatan arus selama satu tahun (Januari–Desember 2025) di perairan Kepulauan Banda Neira. Data arus diperoleh dari <em>Copernicus Marine Service</em>&nbsp;dan dianalisis menggunakan software <em>Ocean Data View</em>&nbsp;(ODV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola arus di perairan Kepulauan Banda memiliki variasi musiman yang signifikan dengan siklus pembalikan arah yang jelas. Periode Januari–Juni dan Oktober–Desember didominasi oleh arah arus positif (0,07–0,48) yang mengindikasikan aliran massa air dari arah barat ke timur, sedangkan periode Juli–September menunjukkan pembalikan arah arus menjadi negatif (-0,10 hingga -0,24) yang mengindikasikan aliran berlawanan arah (timur ke barat). Pembalikan arah ini dipengaruhi oleh sistem monsoon yang dominan di wilayah Indonesia timur. Kecepatan arus bervariasi secara temporal dengan nilai absolut berkisar antara 0,05 m/s hingga 0,49 m/s. Kecepatan arus tertinggi tercatat pada bulan Desember (0,49 m/s) yang hampir dua kali lipat dari bulan-bulan lainnya, mengindikasikan kondisi oseanografi yang sangat aktif akibat angin muson barat yang kuat. Periode Mei mencatat kecepatan terendah (0,05 m/s) sebagai fase transisi dengan kondisi perairan relatif tenang. Hasil penelitian ini memberikan informasi dasar mengenai dinamika arus di perairan Kepulauan Banda yang dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan aktivitas perikanan, konservasi, dan kegiatan budidaya perairan.</p> Mario Alfarizi Patty, Aditya Putra Basir, Jenny Abidin Copyright (c) 2026 LPPM UBN https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://josths.id/ojs3/index.php/munggai/article/view/732 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0000