BACARITA : Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, Sastra, dan Humaniora https://josths.id/ojs3/index.php/jpbihs <p>Jurnal Bacarita merupakan wadah pemikiran kreatif, dan inovatif berupa karya tulis Ilmiah. Bidang keilmuan yang diutamakan adalah pendidikan, sosial, dan homaniora.</p> <p>Jurnal Bacarita terbuka untuk semua pihak, baik peneliti dosen, mahasiswa, maupun untuk umum. dengan mengutamakan hak dan kewajiban setiap penulis.</p> <p>Tim Editor terdiri dari pada dosen pada Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Banda Naira. Sehingga, mengutamakan penulisan yang benar sesuai ketentuan yang tercantum dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI); Penggunaan Bahasa Baku; Memperhatikan struktur penulisan sesuai ketentuan yang berlaku; dan, menghindari makna ganda (ambigu).</p> <p>Tim Reviewer terdiri dari para penulis yang telah banyak menghasilkan karya penulisan, baik berupa artikel publikasi dan buku.</p> LPPM Universitas Banda Naira id-ID BACARITA : Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, Sastra, dan Humaniora PERFORMANCE BAUMAN DALAM LIRIK LAGU “YAALLAH” KARYA APOY WALI BAND https://josths.id/ojs3/index.php/jpbihs/article/view/664 <p><em>Performance </em>merupakan ungkapan penutur dalam menampilkan kompetensi komunikatifnya</p> <p>melalui sebuah lagu, dengan memanfaatkan gaya bahasa sebagai sarana ekspresi emosional</p> <p>yang dapat dimaknai dan dinilai oleh pendengar berdasarkan konteks yang melatarinya.</p> <p>Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan fokus pada analisis</p> <p><em>performance </em>dalam lirik lagu “Ya Allah” karya Apoy Wali Band. Data penelitian berupa teks</p> <p>lirik lagu yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi serta teknik simak dan catat. Analisis</p> <p>data dilakukan dengan menggunakan perspektif performance dari Bauman (1977), yang</p> <p>meliputi aspek <em>display of communicative competence, audience, framing, keying, </em>dan</p> <p><em>emergence. </em>Proses analisis mengikuti model interaktif Miles dan Huberman (1992) yang</p> <p>mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data yang telah</p> <p>diklasifikasikan kemudian diinterpretasikan secara kontekstual untuk mengungkap makna</p> <p>religius dan fungsi sosial dalam lirik lagu tersebut.Hasil penelitian ini menunjukkan</p> <p><em>performance keying, </em>komuniasi, <em>framing </em>dan <em>emergent </em>dalam lagu “Ya Allah” terlihat melalui</p> <p>penggunaan repetisi, diksi religius, dan gaya penyampaian yang menunjukkan kompetensi</p> <p>komunikatif penutur dalam menyampaikan pesan kepada audiens. Pengulangan frasa “Ya Allah</p> <p>Ya Rabbi” berfungsi sebagai <em>keying </em>yang menandai lirik sebagai bentuk doa dan zikir,</p> <p>sedangkan unsur <em>framing </em>tampak pada pembingkaian lagu sebagai komunikasi sakral antara</p> <p>manusia dan Tuhan. Selain itu, makna lagu bersifat <em>emergent</em>, yaitu muncul melalui interaksi</p> <p>antara teks lirik, penyanyi, audiens, dan konteks sosial budaya religius masyarakat.</p> Kasmawati Hak Cipta (c) 2026 LPPM UBN https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-02 2026-06-02 1 1 1 7 IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN DI SMP NEGERI 34 MALUKU TENGAH https://josths.id/ojs3/index.php/jpbihs/article/view/663 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam pembelajaran di SMP Negeri 34 Maluku Tengah, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif melalui studi lapangan. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 34 Maluku Tengah pada tanggal 2–17 November 2024. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara, sedangkan analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SMP Negeri 34 Maluku Tengah telah berjalan dengan cukup baik melalui empat aspek utama, yaitu perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penguatan Profil Pelajar Pancasila, dan evaluasi pembelajaran. Pada tahap perencanaan, guru menyusun modul ajar berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) dan menyesuaikannya dengan karakteristik peserta didik. Pada tahap pelaksanaan, pembelajaran berpusat pada peserta didik dengan penerapan metode yang variatif. Penguatan Profil Pelajar Pancasila dilaksanakan melalui kegiatan proyek yang menumbuhkan sikap gotong royong, kreativitas, dan kemandirian. Evaluasi pembelajaran dilakukan menggunakan asesmen formatif dan sumatif secara berkelanjutan. Kendala dalam implementasi kurikulum, antara lain keterbatasan pemahaman awal guru terkait Kurikulum Merdeka, keterbatasan sarana dan jaringan, rendahnya keterlibatan orang tua, serta kebutuhan adaptasi peserta didik terhadap model pembelajaran baru.</p> Mujiati La Saadi Hak Cipta (c) 2026 LPPM UBN https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-02 2026-06-02 1 1 18 26 ANALISIS GAYA BAHASA PARADOKS DALAM INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT NELAYAN NEGERI MERDEKA KECAMATAN BANDA https://josths.id/ojs3/index.php/jpbihs/article/view/665 <p>Dalam menyampaikan pesan kepada lawan tutur, seseorang sering menentangkan makna</p> <p>dalam kalimatnya. Penggunaan gaya bahasa tersebut untuk memberi kesan estetika pada</p> <p>kalimat yang disampaikan, sehingga lawan tutur terkesan dengan gaya bahasa tersebut. Pesan</p> <p>makna yang berlawanan dengan pendapat yang umum dan bisa dianggap aneh atau luar biasa</p> <p>ini disebut juga dengan paradoks. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan</p> <p>gaya bahasa paradoks masyarakat nelayan pada Negeri Merdeka Kecamatan Banda</p> <p>Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan dengan desain</p> <p>deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah masyarakat nelayan Desa Merdeka yang</p> <p>emlakukan interaksi komunkasi. Lokasi penilitan ini di Negeri Merdeka Kecamatan Banda</p> <p>Kabupaten Maluku Tengah dengan fokus penelitian pada masyarakat Nelayan yang tinggal di</p> <p>RT 01 Negeri Merdeka Kecamanatan Banda. Data dalam penelitian ini adalah kalimat yang</p> <p>dituturkan oleh masyarakat nelayan yang mengandung gaya bahasa paradoks. Sumber Data</p> <p>dalam penelitian ini adalah tuturan lisan masyarakat nelayan yang melakukan interaksi</p> <p>komunikasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik libat cakap, rekam,</p> <p>dan wawancara tidak terstruktur. Adapun alur analisis data dalam penelitian ini mengadopsi</p> <p>alur penelitian Milles dan Huberman (2009), yaitu (1) Reduksi, (2) sajian data, dan (3)</p> <p>penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa gaya bahasa</p> <p>paradoks masyarakat nelayan Negeri Merdeka digunakan secara bervariasi dengan</p> <p>memperhatikan unsur menarik, jujur, dan sopan santun, dengan bentuk paradoksnya yaitu</p> <p>kontradiktif, hubungan situasional, dan hiporbolik. Adapun makna paradoksnya yang muncul</p> <p>sesuai dengan bentuk tuturan, di anatarnya makna konotatif, kontradikstif perbuatan yang</p> <p>dilakukan. Semnetara fungsi penggunaan bahasa paradoks, yaitu fungsi retoris, ekspresif, dan</p> <p>interpersonal.</p> Irfandi Van Surker Mujiati La Saadi Hak Cipta (c) 2026 LPPM UBN https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-02 2026-06-02 1 1 8 17 PERGESERAN BAHASA LOKAL DAN TANTANGAN PENDIDIKAN MULTIBAHASA DI BANDA NAIRA: Kajian Sosiolinguistik atas Melayu Banda dan Tutur Wandan https://josths.id/ojs3/index.php/jpbihs/article/view/666 <p>Penelitian ini mengkaji pergeseran bahasa lokal di Banda Naira dan tantangannya bagi pendidikan multibahasa. Fokus kajian diarahkan pada Melayu Banda dan Tutur Wandan sebagai bagian dari identitas linguistik masyarakat Banda. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk pergeseran bahasa lokal, menganalisis faktor penyebabnya, dan menjelaskan strategi pelestarian bahasa daerah melalui pendidikan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, teknik simak dan catat, serta dokumentasi tuturan masyarakat dan sastra lisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tutur Wandan mengalami penyusutan fungsi di wilayah asalnya, sedangkan Melayu Banda masih bertahan sebagai bahasa tutur sehari-hari, tetapi berada dalam tekanan Bahasa Indonesia, Melayu Ambon, pariwisata, teknologi informasi, dan media digital. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan multibahasa perlu dikembangkan melalui muatan lokal, bahan ajar kontekstual, dokumentasi bahasa, pemanfaatan <em>kabata</em>, dan pelibatan komunitas. Strategi tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan bahasa lokal sekaligus memperkuat identitas budaya peserta didik di Banda Naira.</p> Muhammad Miftah Sabban Ega Fitriyani Saban Hak Cipta (c) 2026 LPPM UBN https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-02 2026-06-02 1 1 27 40 ANALISIS AFIKSASI PREFIKS (BER-) DALAM MASYARAKAT TUTUR BANDA NAIRA: Kajian Morfologi https://josths.id/ojs3/index.php/jpbihs/article/view/667 <p>Banda Naira, sebuah kota kecil di Maluku, Indonesia bahasa lokal banda masih di gunakan<br>sebagai bahasa sehari-hari oleh masyarakat setempat. Salah satu aspek menarik dari dialek<br>Banda Naira adalah penggunaan prefix yang unik dan kompleks. Penelitian ini difokuskan<br>pada prefiks dalam masyarakat tutur Banda Naira dan bahasa Indonesia dalam peristiwa di<br>masyarakat banda naira, prefiks adalah imbuhan yang diletakkan di awal kata dasar<br>membentuk kata baru dengan makna yang berbeda, sedangkan prefiks dalam dialeg Dialek<br>Banda Naira adalah digunakan untuk membentuk kata kerja, kata benda dan kata sifat.<br>Penelitian ini untuk mencari persamaan dan perbedaan prefiks yaitu, ber-. Identifikasi<br>perbedaan dan persamaan sistem prefiksasi dapat membantu dalam memprediksi potensi<br>kesulitan dan kemudahan dalam proses berbahasa. Metode yang digunakan adalah metode<br>kualitatif, dengan teknik dan pengumpulan data yang digunakan melalui simakan kemudian<br>mencatat temuan prefiks dalam observasi tersebut, data berupa temuan-temuan prefiks<br>diperoleh dari hasil observasi. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman<br>yang lebih mendalam mengenai sistem prefiksasi dalam masyarakat tutur Banda</p> Jainung Kaliky Hak Cipta (c) 2026 LPPM UBN https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-02 2026-06-02 1 1 41 50