ANALISIS GAYA BAHASA PARADOKS DALAM INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT NELAYAN NEGERI MERDEKA KECAMATAN BANDA

Isi Artikel Utama

Irfandi Van Surker
Mujiati La Saadi

Abstrak

Dalam menyampaikan pesan kepada lawan tutur, seseorang sering menentangkan makna


dalam kalimatnya. Penggunaan gaya bahasa tersebut untuk memberi kesan estetika pada


kalimat yang disampaikan, sehingga lawan tutur terkesan dengan gaya bahasa tersebut. Pesan


makna yang berlawanan dengan pendapat yang umum dan bisa dianggap aneh atau luar biasa


ini disebut juga dengan paradoks. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan


gaya bahasa paradoks masyarakat nelayan pada Negeri Merdeka Kecamatan Banda


Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan dengan desain


deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah masyarakat nelayan Desa Merdeka yang


emlakukan interaksi komunkasi. Lokasi penilitan ini di Negeri Merdeka Kecamatan Banda


Kabupaten Maluku Tengah dengan fokus penelitian pada masyarakat Nelayan yang tinggal di


RT 01 Negeri Merdeka Kecamanatan Banda. Data dalam penelitian ini adalah kalimat yang


dituturkan oleh masyarakat nelayan yang mengandung gaya bahasa paradoks. Sumber Data


dalam penelitian ini adalah tuturan lisan masyarakat nelayan yang melakukan interaksi


komunikasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik libat cakap, rekam,


dan wawancara tidak terstruktur. Adapun alur analisis data dalam penelitian ini mengadopsi


alur penelitian Milles dan Huberman (2009), yaitu (1) Reduksi, (2) sajian data, dan (3)


penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa gaya bahasa


paradoks masyarakat nelayan Negeri Merdeka digunakan secara bervariasi dengan


memperhatikan unsur menarik, jujur, dan sopan santun, dengan bentuk paradoksnya yaitu


kontradiktif, hubungan situasional, dan hiporbolik. Adapun makna paradoksnya yang muncul


sesuai dengan bentuk tuturan, di anatarnya makna konotatif, kontradikstif perbuatan yang


dilakukan. Semnetara fungsi penggunaan bahasa paradoks, yaitu fungsi retoris, ekspresif, dan


interpersonal.

Rincian Artikel

Bagian
Artikel