LAJU PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) YANG DIBUDIDAYAKAN DENGAN SISTEM BUDIDAYA TERINTEGRASI DI PERAIRAN KEPULAUAN BANDA NAIRA, MALUKU
Kata Kunci:
laju , pertumbuhan ,potensi, rumput lautAbstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis performa komoditas budidaya laut yang diterapkan melalui sistem budidaya laut terintegrasi serta untuk menganalisis kondisi lingkungan (Pra dan Pasca) kegiatan budidaya laut terintegrasi. Model IMTA yang akan digunakan pada penelitian ini merupakan kombinasi antara ikan baronang dan rumput laut. Ikan baronang dibudidayakan pada keramba jaring apung (KJA) yang merupakan pusat dari sitem IMTA. Sedangkan rumput laut dibudidayakan menggunakan rakit apung berukuran 7x7 m, yang diletakkan di areal sekitar KJA. Jenis ikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan Baronang (Siganus sp.) Ikan baronang dipilih sebagai komoditas utama dalam penelitian ini karena ikan baronang merupakan salah satu ikan ekonomis yang banyak ditemukan di perairan pesisir laut banda dan belum digunakan sebagai objek budidaya. Selain itu, bibit ikan baronang banyak tersedia di alam dan mudah diperoleh untuk kegiatan budidaya. Ikan baronang
akan dipelihara pada enam KJA dengan ukran 1m x 1m x 1m untuk masing-masing KJA. Setiap lubang KJA diisi 50 ekor ikan baronang dengan ukuran rata-rata 7-8 cm/ekor. Pemeliharaan ikan baronang dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan. Luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah: sistem IMTA dapat diterapkan di kawasan rumah studi STP Hatta-Sjahrir
dalam surat Keputusan Ketua STP Hatta Sjahrir untuk meningkatkan hasil kegiatan budidaya, tanpa merusak lingkungan perairan dan habitat terumbu karang yang mendominasi substrat dasar perairan laut Banda, sehingga sistem IMTA dapat menjadi contoh pengembangan kegiatan budidaya perikanan dan sektor pariwisata, khususnya wisata bahari di Kepulauan Banda juga dapat terus berkembang.