ABDIMAS UBN: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Banda Naira
https://josths.id/ojs3/index.php/bakubantu
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Nairaid-IDABDIMAS UBN: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Banda NairaPelestarian Tradisi Buka Sasi Berbasis Nilai Relegius Dan Kerifan Ekologis Pada Masyarakat Pulau Ay Kecamatan Banda
https://josths.id/ojs3/index.php/bakubantu/article/view/580
<p>Tradisi <em>Buka Sasi </em>merupakan kearifan lokal masyarakat Pulau Ay, Kecamatan Banda, yang berfungsi mengatur pemanfaatan sumber daya laut melalui pencabutan larangan adat setelah masa penutupan. Tradisi ini dilaksanakan melalui upacara adat dan doa bersama sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas keberkahan hasil laut yang telah dijaga. Namun, dinamika sosial dan modernisasi berpotensi menggeser pemahaman masyarakat terhadap nilai religius dan ekologis yang terkandung dalam tradisi tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melestarikan tradisi <em>Buka Sasi </em>melalui penguatan nilai-nilai religius sebagai dasar etika pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif-kultural, diskusi kelompok, pendampingan tokoh adat dan tokoh agama, serta sosialisasi kepada masyarakat nelayan. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya <em>Buka Sasi </em>sebagai warisan budaya yang mengandung nilai religius (kepatuhan terhadap adat, kebersamaan dan solidaritas sosial, pewarisan tradisi leluhur, keseimbangan hidup (harmoni), pengendalian diri dan etika pemanfaatan alam) dan nilai ekologis (pelestarian ekosistem laut, pengendalian eksploitasi sumber daya alam, keberlanjutan sumber daya alam, kesadaran ekologis kolektif, hubungan manusia dan alam). Pelestarian tradisi ini memperkuat hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan dalam kehidupan masyarakat Pulau Ay.</p>Kasmawati
Hak Cipta (c) 2025 LPPM UBN
2026-02-052026-02-052218MONITORING KEBERADAAN SAMPAH LAUT (MARINE DEBRIS) DI PANTAI JEMBATAN BIRU DESA KAMPUNG BARU BANDA NAIRA
https://josths.id/ojs3/index.php/bakubantu/article/view/581
<p>Sampah laut merupakan ancaman bagi kelangsungan hidup dan pertumbuhan bagi organisme laut seperti lamun dan juga terumbu karang. Jenis sampah yang paling banyak ditemukan di lokasi Jembatan Biru Kampung Baru adalah sampah plastik (50%) spanduk kampanye, rice cooker dan botol plastik, Kalengan 30 %, kain 10 % dan keramik 10 % yang berasal dari buangan masyarakat sehingga perlu adanya perhatian masyarakat untuk menyiapkan fasilitas serta pengelolaan sampah yang lebih baik untuk menjaga kebersihan laut demi kehidupan berbagai organisme yang ada di laut.</p>Budiono Senen
Hak Cipta (c) 2025 LPPM UBN
2025-12-312025-12-3122916TUNASA : INOVASI PRODUK OLAHAN IKAN TUNA ASAP KHAS BANDA NAIRA
https://josths.id/ojs3/index.php/bakubantu/article/view/582
<p>Banda Naira, sebagai salah satu pulau di Kepulauan Banda, Maluku Tengah, memiliki kekayaan laut yang luar biasa, khususnya dalam hal hasil tangkapan ikan. Salah satu komoditas laut yang paling melimpah di wilayah ini adalah ikan tuna. Ikan tuna dikenal memiliki nilai ekonomi tinggi dan kandungan gizi yang baik, serta permintaan pasar yang terus meningkat baik di pasar domestik maupun ekspor. Selama ini pemasaran ikan tuna dalam bentuk beku dan juga diasinkan. olaTeknik pengasapan juga telah dilakukan oleh masyarakat di Kecamatan Banda namun tidak dikemas secara higienis sehingga sulit untuk dipasarkan ke luar daerah. Untuk mengatasi permasalahan ini sekaligus meningkatkan nilai jual ikan tuna, diperlukan inovasi pengolahan produk yang tahan lama, bernilai ekonomi tinggi, dan ramah terhadap budaya serta potensi lokal. Salah satu solusi yang potensial adalah dengan memproduksi ikan tuna asap (Tunasa). Selama pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) dengan judul “TUNASA: Inovasi Produk Olahan Ikan Tuna Asap Khas Banda Naira”, tim pelaksana telah mencapai sejumlah capaian sesuai dengan target luaran yang telah ditetapkan dalam proposal awal. Kegiatan produksi telah dilaksanakan sebanyak empat kali selama periode pelaksanaan PKM-K. Setiap proses produksi menghasilkan 96 hingga 108 kemasan produk ikan tuna asap yang dikemas secara higienis menggunakan plastik vakum dan dilabeli dengan merek TUNASA. Secara keseluruhan, jumlah produk yang dihasilkan selama periode pelaksanaan PKM-K adalah 396 kemasan dengan harga jual Rp35.000 per kemasan, sehingga total pendapatan penjualan mencapai Rp13.860.000.</p>Jenny Abidin
Hak Cipta (c) 2025 LPPM UBN
2025-12-312025-12-31221725