Pelestarian Tradisi Buka Sasi Berbasis Nilai Relegius Dan Kerifan Ekologis Pada Masyarakat Pulau Ay Kecamatan Banda

Penulis

  • Kasmawati Fakultas Keguruan Universitas Banda Naira

Kata Kunci:

Buka Sasi, nilai religius, kearifan lokal, pengabdian masyarakat

Abstrak

Tradisi Buka Sasi merupakan kearifan lokal masyarakat Pulau Ay, Kecamatan Banda, yang berfungsi mengatur pemanfaatan sumber daya laut melalui pencabutan larangan adat setelah masa penutupan. Tradisi ini dilaksanakan melalui upacara adat dan doa bersama sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas keberkahan hasil laut yang telah dijaga. Namun, dinamika sosial dan modernisasi berpotensi menggeser pemahaman masyarakat terhadap nilai religius dan ekologis yang terkandung dalam tradisi tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melestarikan tradisi Buka Sasi melalui penguatan nilai-nilai religius sebagai dasar etika pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif-kultural, diskusi kelompok, pendampingan tokoh adat dan tokoh agama, serta sosialisasi kepada masyarakat nelayan. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya Buka Sasi sebagai warisan budaya yang mengandung nilai religius (kepatuhan terhadap adat, kebersamaan dan solidaritas sosial, pewarisan tradisi leluhur, keseimbangan hidup (harmoni), pengendalian diri dan etika pemanfaatan alam)  dan  nilai ekologis (pelestarian ekosistem laut, pengendalian eksploitasi sumber daya alam, keberlanjutan sumber daya alam, kesadaran ekologis kolektif, hubungan manusia dan alam). Pelestarian tradisi ini memperkuat hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan dalam kehidupan masyarakat Pulau Ay.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-02-05