Upaya Mitigasi Abrasi Pantai dengan Penanaman Mangrove di Pesisir Desa Boiyau Pulau Banda Besar

Penulis

  • Abdullah Saimima Universitas Banda Naira
  • Nastain Safar Universitas Banda Naira

Kata Kunci:

Penanaman mangrove, mitigasi abrasi pantai.

Abstrak

Perubahan garis pantai merupakan masalah serius yang dihadapi oleh banyak wilayah pesisir di seluruh dunia. Salah satu penyebab utamanya adalah abrasi pantai. Abrasi pantai merupakan proses alami di mana garis pantai secara bertahap terkikis dan tererosi oleh kekuatan ombak, arus, dan pasang surut. Namun hal tersebut dapat lebih cepat terjadi jika didukung oleh beberapa faktor. Salah satu faktor alaminya adalah perubahan iklim yang mengakibatkan kenaikan muka air laut. Upaya yang dapat dilakukan adalah melalui penanaman mangrove, yang memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan garis pantai, mencegah erosi, serta menyediakan habitat yang penting bagi beragam spesies hewan dan tumbuhan pesisir. Mangrove atau lebih dikenal sebagai hutan bakau ini merupakan ekosistem pesisir yang terdiri dari pohon-pohon khas yang mampu tumbuh di wilayah pasang surut. Kegiatan penanaman mangrove di pesisir Desa Boiyau Pulau Banda Besar dilaksanakan pada bulan November tahun 2022 dengan menggunakan metode pot bambu. kegiatan ini bertujuan untuk melihat Tingkat keberhasilan penanaman mangrove untuk mitigasi abrasi pada Pantai Desa Boiyau. Pertumbuhan panjang mangrove yang dibudidaya hanya terjadi pada minggu pertama adalah 0,5 cm dan minggu kedua yaitu 1,0 cm. Pada minggu ketiga hingga minggu kelima data pertumbuhan adalah 0. Hal ini disebabkan terjadi kematian dari keseluruhan bibit yang dibudidayakan. Perlu dlakukan kegiatan penanaman mangrove dengan system pemeliharaan berkelanjutan sehingga mangrove yang ditanam dapat bertahan hidup dan tumbuh serta dapat mengurangi abrasi pada wilayah pesisir Desa Boiyau.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2024-07-17